Mahasiswa KKN Unhas Gel 115  bagikan Tempat Sampah di Mesjid yang ada di 8 Dusun Desa Alatengae

Keterangan Gambar : Mahasiswa kkn Unhas Alatengae Gel.115 bersama pengurus salah satu mesjid di Alatengae


Alatengae, Sulawesi Selatan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) yang ditempatkan di Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, melaksanakan program inovatif berupa pembuatan tempat sampah ramah lingkungan untuk masjid desa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area ibadah. Dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah diperoleh, mahasiswa menghadirkan solusi praktis sekaligus edukatif bagi warga desa. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata yang tidak hanya bermanfaat saat KKN berlangsung, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar jun salah satu mahasiswa peserta KKN. Ketua Karang Taruna Desa Alatengae, Andryawan Harifuddin, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan masjid, tetapi juga memberi ruang bagi pemuda desa untuk belajar berorganisasi, berkolaborasi, dan berkontribusi langsung dalam pembangunan lingkungan mereka sendiri. “Melalui kegiatan ini, pemuda desa semakin termotivasi untuk aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Mereka belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari kerja kolektif yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” ungkap Andryawan. Dampak dan Manfaat • Kebersihan Masjid: Tempat sampah membantu pengelolaan sampah di sekitar masjid agar tetap bersih dan nyaman. • Edukasi Lingkungan: Warga diajak untuk lebih peduli terhadap pemilahan dan pengelolaan sampah. • Pemberdayaan Pemuda: Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi pemuda desa untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan. • Kolaborasi Desa: Program terlaksana berkat dukungan perangkat desa, Karang Taruna, dan partisipasi masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa Unhas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Harapannya, inovasi sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mengembangkan program serupa.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.