Mahasiswa Universitas Tamalatea Makassar Gelar PBL 1 di Desa Alatengae, Fokus pada Pemetaan Kesehata

Keterangan Gambar : Foto bersama mahasiswa dengan pihak Desa serta toko masyarakat serta kader kader kesehatan dan para kepala dusun Desa Alatengare


Alatengae 12/02/2026  mahasiswa dari Universitas Tamalatea Makassar (UTM) resmi memulai program Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 1 di Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Fokus utama dalam kegiatan kali ini adalah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap status kesehatan masyarakat setempat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan ke depan ini merupakan bagian integral dari kurikulum akademik untuk mendekatkan mahasiswa dengan realita kesehatan di lapangan. Melalui PBL 1, mahasiswa dituntut untuk mengidentifikasi masalah kesehatan (problem solving) yang ada di tingkat rumah tangga.

Koordinator lapangan menjelaskan bahwa metode utama yang digunakan adalah survei dan Wawancara langsung  Mahasiswa mengunjungi rumah-rumah warga untuk melakukan wawancara dan observasi terkait beberapa indikator kesehatan, antara lain:

  • Perilaku Buang Sampah Masyarakat Desa

  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Kebiasaan mencuci tangan dan penggunaan jamban sehat.

  • penggunaan kasa nyamuk untuk Rumah

 

Koordinator Kecamatan PBL Universitas Tamalatea, Nursapika Aulia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan upaya pengabdian masyarakat yang terstruktur.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terjun langsung melihat kondisi kesehatan warga. Melalui metode Problem Based Learning, kami tidak hanya mendata, tetapi juga berupaya mencari akar masalah dan solusi kreatif yang bisa diterapkan secara berkelanjutan di Desa Alatengae," ujar Nursapika.

Kepala Desa Alatengae menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Beliau berharap data yang dihasilkan nantinya dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa dalam menyusun program kerja di bidang kesehatan pada anggaran mendatang.

"Data akurat dari mahasiswa sangat kami butuhkan. Seringkali masalah kesehatan di tingkat bawah tidak terpotret sepenuhnya, dan melalui pemetaan ini, kami bisa menentukan prioritas bantuan atau penyuluhan," ujar Kepala Desa dalam sambutannya.

Hasil dari pemetaan ini akan dipresentasikan dalam forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Di sana, mahasiswa bersama tokoh masyarakat,karang taruna dan tenaga kesehatan setempat akan merumuskan prioritas masalah yang paling mendesak untuk dicarikan solusinya pada tahapan PBL berikutnya.

Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa Universitas Tamalatea diharapkan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Alatengae.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.